4 Pengaruh Mentalitas Pribadi

Sebenarnya mengapa ya umat manusia didunia ini berbeda agama, persepsi, sruktur tubuh , dan lain2. padahal kan kita semua dari sepasang makhluk yang bernama Adam dan Hawa yang beranak cucu sampai sekarang.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa watak pemikiran satu orang dengan orang yang laen berbeda. Bahkan pemikiran dari satu keluarga pun mungkin berbeda apalagi orang laen yang berbeda rahim dengan kita. Yang berperan penting dalam terbentuknya mental maupun psikis manusia itu adalah keluarga, lingkungan, dam pendidikan.
Sangat jelas bahwa keluarga adalah sekolah yang pertama bagi manusia. Didalam keluarga yang terlibat langsung didalam adalah ayah dan ibu atau dengan kata lain orang tua. Didikan dari orang tua diibaratkan sebagai fondasi mental anak apabila orang tua memanjakan seorang anak hal tersebut tidak begitu bagus untuk si anak sendiri. Memang seorang anak butuh kasih sayang dari orang tuanya, namun hal itu justru membuat anak mengalami kelemahan diunia luar. Didalam keluarga dia memang dimanja tapi petanyaan yang paling mendasar, “apakah mereka juga akan diperlakukan seperti itu didunia luar???”. Begitu pula anak yang dididik keras seperti layaknya tentara. Tentu saja pola fikir anak akan keras dan anak akan menjadi keras kepala didunia luar. Kita umpamakan seperti bermain layang-layang, apabila kita menerbangkan layang-layang tersebut rendah tentu saja layang2 tersebut akan sulit terbang. Namun disisi lain apabila kita menerbangkan layang2 tersebut tinggi sekali maka layang2 itu akan sulit untuk dikendalikan. Nah, sebaikmya adakalanya sorang anak dididik untuk keras dan ada kalanya ia dimanja.
Factor kedua yang membentuk mental manusia adalah lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah pelaku dan tempat dimana seseorang berinteraksi didalamnya. Mengapa lingkkungan dimasukkan dalam fakor ini? Hal ini dikarenakan seorang induvidu cenderung sangat sering berada didalam tempat ini. Meskipun pembelajaran di keluarga sangat baik namun bias saja setelah beranjak dewasa orang tersebut menginginkan sebuah jati diri. Dia Sebenarnya pada usia seperti saya ini termasuk masa-masa yang sangat rawan dan mencemaskan. Bukan berarti masa muda adalah masa kegelapan, tapi justru masa muda adalah masa penuh godaan, ada yang menyebut masa muda sebagai masa untuk berfoya-foya, masa kebebasan, masa coba-coba, masa kesenangan, dan lain sebagainya. Semua anggapan itu benar. Kalau usia orang dibuat grafik berdasarkan kualitas hidup, grafiknya akan berbentuk parabola yang menutup ke bawah. Artinya ada suatu masa transisi dimana koalitas hidup bisa optimal. Nah, apa hubungan lingkungan dengan masa muda? Kebanyakan manusia menyianyiakan masa muda dengan berbuat maksiat disana dan disini padahal masa muda itu diibaratkan sebagai titik untuk menuju klimaks kehidupan. Kalau masa muda seseorang dihabiskan dilingkungan yang buruk klimaks dari orang tersebut tentu tidak semaksimal orang yang pada waktu mudanya dia gunakan dengan kegiaatan yang bermanfaat untuk masa depannya kelak. Maka dari itu pada masa muda gunakanlah untuk mencari jati diri tanpa terjerumus dilembah yang dalam.
Yang ketiga adalah pendidikan. Orang yang berpendidikan mencerminkan bahwa orang tersebut sudah mapan dari segi mental. Tentu saja berbeda antara anak SMA dan mahasiswa dari segi berfikir, tanggung jawab, dll. Sedikit Kembali kefaktor yang kedua dimana lingkungan berpengaruh terhadap pertumbuhan psikologis. Dari situ pun kita tau semakin tinggi pendidikan seseorang maka pola mentalnya pun bertambah tinggi. Karena apa? Semakin banyak orang yang kita hadapi maka semakin tinggi pula tantangan yang menempa kita. Sehingga kita akan mulai terasah dan terbiasa dengan orang-orang yang ada disekitar kita.
Yang terakhir adalah Ilmu agama. Agama sebagai landasan hidup setiap insan yang ada didunia. Jika setiap apa yang kita lakukan berpegang teguh terhadap ilmu agama insyaAllah perjalanan yang dijalani didunia ini terasa lebih mudah. Karena sang penciptalah tujuan utama kita. Semua adalah karena Allah semata. Maka hanya Allah yang bisa meluruskan jalan hidup dan hanya kepada Dialah kita mohon pertolongan.
Ilmu agama (terutama Islam) tidak se-radikal/kolot yang diduga banyak orang. Hal yang menyebabkan pendapat Islam itu ini… dan itu adalah orang tersebut tidak mengetahui dengan baik ajaran-ajaran agama Islam. Islam mempunyai pedoman hidup Al-Qur’an dan Al-Hadist. Jika ingin selamat dunia dan akherat terapkan 2 pedoman itu. insyaAllah segala urusan menjadi lancar.
Belajar ilmu agama tidak bisa secara sekaligus tapi secara bertahap. Seperti turunnya wahyu Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Muncul aliran sesat yang menyatakan bahwa Al-Qur’an tidak up-to-date dengan kenyataan yang terjadi sekarang ini. Pendapat tersebut salah besar!!! Justru Al-Qur’an adalah ensiklopedi kehidupan yang super duper lengkap. Karena Al-Qur’an memberikan jawaban atas pertanyaan atau peristiwa zaman dahulu sampai zaman yang akan datang. Dan sampai berakhirnya waktu. Al-Quar’an adalah bahasa langsung Tuhan. Maka dari itu kita harus meyakini dengan sepenuh hati bahwa Al-Qur’an adalah penjawab.
Disamping Al-Qur’an terdapat As-Sunah/Hadist. Hadist adalah perkataan, perbuatan Nabi Muhammad SAW yang patut kita teladani. Begitu mulianya Muhammad SAW sehingga apa yang diperbuat dan dikatakannya menjadi pedoman umat Islam diseluruh dunia. Tentu saja itu adalah tanda-tanda kenabian bahwa semua yang diucapkan dan diperbuat Rasulullah SAW adalah kuasa Allah. Inilah sebab mengapa Al-Hadist juga menjadi pedoman uman Muslim didunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s