Hati-hati dengan “Insya Allah”

Insya Allah adalah kalimat perjanjian kepada orang lain didalam kaum muslim. Insya Allah sendiri berarti jika Allah mengijinkan/menghendaki. Namun terkadang kalimat ini disalah artikan. Orang menyalah artikan kalimat ini sebagai kalimat “alasan”. Mereka kira kalimat Insya Allah adalah kalimat alasan yang tepat untuk menutupi janji yang tidak ditepati. Padahal janji adalah hutang, dan hutang harus dibayar.

Sebenarnya Kalimat janji tersebut bukan malah kita mengatasnamakan Allah untuk beralasan dan pasrah tanpa ada niat untuk menepati janji. Ada kaitannya dengan qonaah dan ikhtiyar yang keduanya mempunyai makna berusaha dan menyerahkan kembali kepada Allah. Bukan malah diam dan berniat untuk tidak meniatinya. Salah besar pemahaman yang seperti itu. Ada orang yang mengatakan bahwa Insya Allah berarti 99% “ya”. Bisa dibilang seperti itu karena dengan kalimat tersebut kita sudah berjanji dengan orang lain dan mengatas namakan Allah sebagai dzat Penengah dari kedua belah pihak. Kalau sampai janji tidak ditepati dan sebelumnya mengucapkan Insya Allah, tidak bedanya orang itu mempermainkan nama Allah.

Maka dari itu jika kita sudah mengucapkan Insya Allah bagaimana pun janji tersebut haru dipenuhi. Nah, jika ada halangan yang sangat mendesak itu adalah kehendak lain yang 1%. Bahaya tidak menaati janji tidak hanya diterima si pengucap namun yang dijanjikan juga akan kecewa akan apa yang dilakukan. Pasalnya ketidak percayaan kepada orang tersebut akan muncul ketika janji tersebut tdak dibayar. Bahkan ini akan mempengaruhi lingkungan sekitar. Sebagai contoh, kita ingin minta tolong kepada teman yang bernama katakanlah si-A. Si-A kita suruh menghandel seksi pada suatu acara. Setelah dikonfirmasi dia mengucapkan Insya Allah. Namun berbeda dengan yang kita harapkan dia malah keasyikan dengan pekerjaan individu sendiri sehingga amanah yang kita berikan terlantar. Setelah hari H acara ada satu kelengkapan yang tidak komplit. Setelah diusut ternyata si-A tidak melakukan apapun. Padahal dia sudah kita beri tugas. Maka dari kejadian tersebut sudah tentu kridibilitass si-A akan tercoreng dan dia tidak lagi dipercaya untuk memegang tugas tersebut.

Maka dari itu kawan-kawan Hati-Hati dengan mulutmu dan janji-janji yang telah diucapkan. So…. “HATI-HATI DENGAN INSYA ALLAH”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s