Refleksi Hidup

Hidup ternyata tidak semudah yang banyak orang lakukan kepada dirinya. Orang menganggap bahwa hidup ini let it flow (biarkan mengalir) toh semua ini ada yang mengaturnya (Tuhan). Pernyataan inilah yang mengakibatkan kemalasan yang ada didalam diri manusia tersebut. Kalau didalam bahasa arab sendiri terdapat kata tawakal. Tawakal berarti menyerahkan segala urusan kepada Allah semata tapi dengan didahului dengan usaha tentunya. Namun dalam hal ini banyak orang yang salah mengartikan bahwa tawakal hanya berarti menyerahkan segalanya hanya kepada Allah tanpa dibarengi dengan usaha. Tentu saja ini akan mengakibatkan kemalasan terhadap manusia tersebut. Tak ada kesuksesan yang secara tiba-tiba tanpa disertai dengan doa dan usaha. Doa dan usaha diibaratkan sebagai sepasang sayap pada burung. Jika yang satu tidak mengepak maka burung tersebut tidak akan terbang dengan semestinya. Maka keduanya harus berjalan dengan seimbang.
Memang kenyataan hidup tidak ada yang tau kecuali Allah SWT. Segala yang diberikan Allah semestinya kita syukuri dengan apa adanya. Kita percaya bahwa Allah maha berkehendak dan segala kehendak Allah pasti baik untuk umatnya. Maka dari itu kita harus pintar bagaimana menyikapi segala yang Allah berikan. Suka maupun duka adalah cobaan yang ada. Bisa juga keduanya kita anggap sebagai nikmat. Dibalik suka maupun duka pasti ada hikmah yang terkandung didalamnya. Allah maha mengetahui apa yang umatnya sedang alami.
Manusia hidup didunia adalah pilihan sedangkan kehidupan di akherat adalah kita yang dipilih tergantung apa yang kita perbuat didunia dengan pilihan yang telah kita pilih. Banyak orang yang semasa hidupnya terbuai akan keindahan dunia sehingga ia lupa akan arti hidup yang sesungguhnya yaitu mendapat tempat yang paling indah saat diakherat. Orang jawa berpendapat hidup di dunia ibarat mampir untuk minum. Pepatah ini benar karena dunia yang kita tinggali ini hanya fana. Bukan dunia ini tujuan akhir kita tetapi masih ada akhir dari kehidupan. Dimana hanya ada 2 tempat disana yaitu surga dan neraka. Tiket untuk masuk ke dalam surga adalah dengan memperbanyak amalan baik selama berada didalam dunia. Namun sebaliknya tiket untuk masuk ke dalam neraka adalah dengan memperbanyak amalan tercela.
Sebenarnya dunia hanyalah jembatan menuju akerat. Banyak godaan disana. Akankah kita tergoda dengan bujuk rayuan setan yang dapat membelokkan langkah kita untuk terus berjalan diujung waktu? “Jangan melihat seseorang dari fsiknya karena setan pun bisa menjelma menjadi wanita cantik”.
Kebingungan kita untuk melangkah sebenarnya kerap dimanfaatkan setan untuk mencari teman saat di neraka nanti. Maka dari itu luruskan niat bahwa hanya ridho Allah SWT yang kita inginkan, Bukan harta, tahta, dan wanita. Karena semua itu akan menyilaukan mata kita sehingga kita terbutakan dan akhirnya terjerumus ke jurang neraka yang penuh penderitaan.
Mumpung masih muda mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Hal ini tentu saja dalam mencari ridho Allah SWT. Sangat banyak cara untuk mendapatkan amal kebaikan. Bahkan seseorang yang sudah berniat baik saja sudah mendapat 1 pahala dan dicatat malaikat. Berniat baik saja sudah dapat pahala apalagi ditambahi dengan perbuatan, bisa berlipat mungkin. Iman yang paling rendah adalah mengambil batu yang berada ditengah jalan.
Iman sangat berpengaruh terhadap apa yang diperbuat manusia dalam kehidupan sehari-hari. Perbuatan adalah cerminan dari iman seseorang. Kalau orang tersebut suka mencuri, minum minuman keras, berbicara kasar dan kotor maka dapat diketahui kadar keimanan orang tersebut. Namun sebaliknya jika orang tersebut rajin ke Masjid, sopan santun, selalu mengaji, berbicara dengan hal-hal yang baik maka juga dapat diketahui pula tingkat keimanan orang tersebut. Nah, bagaimana dengan kita???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s