Mengambil Keputusan Saat Dipersimpangan Jalan

Tak kala kita mendapati bahwa kita sedang berjalan lalu berada dipersimpangan jalan. Jika kita belum prnah sama sekali berada pada kondisi itu. Kita akan bingung bagaimana kita mengambil keputusan. Yaitu ambil arah kanan atau kiri. Benturan keras pada pikiran kita terasa apabila sulit sekali untuk dapat berfikir jernih saat pengambilan keeputusan. Sesekali diam diam dan berpikir aka nada apa diujung jalan kanan atau sebaliknya, sebenarnya ada apa dipenghujung jalan sebelah kiri. Tidak mudah mengambil keputusan secara cepat jika banyak pertimbangan yang harus ditimpakan.
Kelemahan kita adalah selalu melihat sisi buruk dari apa yang akan terjadi. Hal itu sangat bermanfaat ketika kita harus membuat rencara penanggulangannya. Orang yang tidak siap untuk melakukan suatu hal berate dia siap untuk melakukan hal tersebut. Buktinya dia sudah tau apa yang akan terjadi. Langkah selanjutnya adalah membuat penanggulangan rencana. Dalam perang al ini banyak digunakan. Saat perang berlangsung tidak selalu yang punya peralatan canggih dan pasukan banyaklah yang menang. Namun pengendalian strategi terhadap musuh yang diutamakan. Sebagai bukti saat perang kemerdekaan menentang penjajahan Indonesia, Negara kita tidak punya senjata apa-apa kecuali bamboo runcing dan senjata rampasan penjajah. Namun akhirnya perang tetap dimenangkan oleh Indonesia.
Jika berbicara tentang prioritas ada keunggulan dan kekurangan diantara hal-hal yang akan dibandingkan. Dari hal tersebut kita dapat mengetahui seberapa besar kelebihan dan A, B atau C. Saat itulah yang sangat menentukan saat kita mengukur penting-tidaknya tiap-tiap prioritas. Memang kita tidak mungkin sekaligus mengambil beberapa opsi. Yang harus dilakukan adalah mencoba mengorbankan beberapa hal sehingga hanya satu hal yang akan kita dapatkan. Karena yang ditakutkan adalah ketidak fokusan terhadap masalah. Jadi yang penting adalah focus terhadap hal. Orang yang mencabangkan segala urusan niscaya akan sulit memanage semuanya. Katakanlah ada dokter umum dan ada dokter spesialis. Dokter umum cenderung untuk mengobati segala macam penyakit yang bersifat ringan tapi dokter spesialis akan focus terhadap organ tertentu sehingga dia akan benar-benar konsen dan upah yang akan didapat pun juga lebih besar disbanding dokter umum dikala praktek.
Baik buruknya urusan tergantung pada sikap kita untuk melakukannya. Jika kita yakin bahwa hal itu benar maka lakukanlah dan jika kita tahu itu salah maka tinggalkan. Tidak ada kata setengah setengah dalam pencapaian.
Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan saat mengambil keputusan adalah:
1. Seberapa besar kebaikan yang akan ditimbulkan untuk diri kita dibanding keburukannya.
2. Seberapa besar kebaikan yang akan ditimbulkan untuk orang lain dibanding keburukannya.
3. Kemampuan kita untuk melakukannya
4. Tonggak yang bisa menguatkan
5. Kemampuan analisa
6. Gesekan antara Gerakan yang dinamis
7. Konsultasi terhadap orang yang lebih tau
8. Membuat rencana cadangan (plan B)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s