Konsep Pratikum teknik Industri sudah jelas tapi penerjemahannya ra cetho!!!

PTIku sayang, PTIku malang… kawan, kita tahun ini disibukkan oleh praktikum PTI yang sangat menyita waktu. ketika di project 2 kita berbicara tentang waktu kelonggaran tapi di praktikum ini minim sekali waktu kelonggaran yang diadakan. entah dari kitanya atau dari konsepnya sendiri. tidak heran ketika ada kuliah yang ditinggalkan hanya untuk mengerjakan praktikum. kalo berbicara tentang management waktu sebenarnya kita sudah memanage waktu sebaik mungkin. tapi ketika dihadapkan dengan realita yang semacam ini pihak atas tetap menyatakan pengelolaan waktu masih kurang. ingat pak/bu, kita ga cuma jadi mahasiswa yang cuma kuliah, tidur, makan, mbojo. dalam rangka menumbuhkan soft skill bukan kuliahlah yang kita butuhkan tapi pengalaman dan pemikiran di luar kuliah. teman2 banyak yang ikut organisasi, berwirausaha, sibuk urusan keluarga dan banyak lagi. ketika aku bertranya langsung ke kajur tentang konsep dari PTI ini memang sangatlah bagus untuk diterapkan. intinya adalah kita bisa mengetahui proses produksi dari awal sampai akhir. namun ketika dianalisa lebih jauh banyak kekurangan yang dimiliki konsep ini. 1. pengejawantahan dari konseptor ke praktikan tidak jelas. peran dari asisten PTI perlu dipertanyakan. untuk apa ia ada? apakah sebagai pendamping? atau cuma ingin nampang atas ketidak eksistensinya di kampus? ataukah yang lain? pasalnya ketika di lantai praktikum masih banyak asisten yang tidak mengetaui tentang apa tujuan dari PTI secara jeli. dibuktikan dengan masih ada yang kurang paham tentang apa yang sedang dikerjakan praktikan. aneh kan. terlebih lagi terdapat asisten yang mendebatkan prinsip yang harusnya diberikan kepada praktikan dengan referensinya sendiri2. maka dari itu perlu dipertanyakan lagi peran mereka dalam setiap praktikum. hal yang masih janggal dipikiranku adalah, asisten tidak pernah mengalami apa yang kita alami tetapi mereka “sok tau dan merasa mereka benar”. 2. asisten hanya manut terhadap koordinator asisten. asisten diibaratkan dengan anak kecil yang tak tau apa2 lalu disuruh untuk melakukan apa yang koordinator perintahkan. akibatnya asisten tidak yau menau apakah apa yang diberikan kepada praktikan itu benar atau salah. pasalnya banyak klarifikasi ulangyang dilakukan terhadap praktikan yang tentunya sangat mengecewakan. 3. terdapat asisten yang tidak mencerminkan asisten. kesombongan yang ia bawa menjadi pertanyaan besar, buat apa dia menjadi asisten kalau hanya ingin dipuji. ketika orang ingin dihargai malah dia tidak akan dihargai. 4. praktikan serasa didoktrin. semua yang diberikan kepada praktikan adalah benar. statement macam apa ini???padahal belum tentu itu benar. seperti yang tertulis diatas banyak sekali klarifikasi mengenai project yang sedang dilakukan. 5. apakah PTI dipakai saat nanti kerja???? Monggo temen2 kritisi bersama2 tentang apa yang sedang kita lakukan saat ini….!!!! HIDUP MAHASISWA….!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s