Natal dan kristenisasi

Natal adalah hari raya umat nasrani yang diperingati tiap tanggal 25 Desember. Sejarah tentang natal sendiri ada sumber yang bahwa natal berasal dari bangsa Romawi dan Yunani. Setiap penjajahan pasti ada 3 tujuan penting yang dilakukan oleh bangsa penjajah yaitu: Gold (kekayaan), Glory ( kejayaan), Gospel ( Syiar agama). Bangsa yunani kita kenal dengan bangsa yang menganut Dewa sedangkan Romawi sudah menganut nasrani. Dengan tujuan dari penjajahan maka syiar agama nasrani kepada bangsa yunani pun dilakukan. Tanggal 25 Desember yang sekarang diperingati sebagai hari lahirnya jesus kristus ternyata romawi telah berbohong bahwa itu adalah hari kelahiran dewa Zeus. Itulah sejarah singkat mengenai hari natal. Sebagai umat muslim bagaimana sikap kita terhadap realita yang ada? Manusia secara kodrati terdiri dari 2 peran yaitu: makhluk social dan makhluk individu. Sebagai makhluk social jelas bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa adanya orang lain yang saling membantu. Sedangkan sebagai makhluk individu manusia secara pribadi harus berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Didalam Islam sendiri ada istilah Hablumminallah dan Hablumminannas. Kita tidak bisa mencampur aduk antara kepentingan social dan kepentingan individu. Hal ini dikarenakan akan rancu apabila dipaksa untuk bersatu. Secara idealitas ketika manusia hidup didalam suatu Negara khususnya Indonesia tentu terjadi pluralitas. Hal yang biasanya menjadi dilemma oleh orang muslim adalah menyampur adukkan antara idealism agama dan segi social. sebenarnya ketika kita sudah meyakini agama Islamlah agama rahmatan lil ‘alamin maka semua sudah terselesaikan. Ketika berbicara masalah agama setiap individu mempunyai otoritas dalam dirinya untuk tidak menggabungkan antara agama dan social. Dari segi mengajak orang untuk menganut ajaran agama orang nasrani bisa diacungi jempol. Banyak cara-cara halus yang sekiranya bisa menjadi dogma bagi orang untuk beralih agama atau setidaknya meninggalkan akhidah yang telah ia yakini. “Orang fakir mendekati kafir” adalah cara yang biasa digunakan untuk melakukan kristenisasi. Hanya dengan makanan saja seseorang bisa menganut agama lain. Hanya dengan diiming-imingi pendidikan gratis seseorang bisa keluar dari agama. Ini sebuah potret realita yang sedang terjadi sekarang. Bagaimana tantangan umat Islam dalam menghadapi kristenisasi semacam itu? Hal yang bisa dilakukan umat Islam dengan adanya kristenisasi adalah memperkuat iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Karena yang keyakinan kuat merupakan perisai yang dapat menangkal dari bahaya kristenisasi. Apabila dari dalam diri kita sudah kuat dari segi iman dan taqwa barulah kita meng-Islamkan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s