Jeritan Malam

PERINGATAN !!!
Jangan baca tulisan ini sendirian di dalam kamar, di warnet sendirian, pokoknya serba sendirian karena tulisan ini bisa menyebabkan gangguan kejiwaan. Biar ga gila dan ga dianggap gila sendirian mending gila tapi ngajak temennya kan…

Kisah ini terjadi pada saat zaman penjajahan Belanda tepatnya tahun 1888 masehi. berlatar disebuah desa terpencil yang masih jauh dari segi keramaian orang. Saat itu Belanda masih dominan sekali di daerah tersebut. Kita tau sendiri bahwa Londo (baca: Belanda) menjajah Indonesia selaman kurang lebih 5 abad. Betapa ganasnya kekejaman belanda pada waktu itu. Rakyat Indonesia yang kaya akan hasil alam sedikit demi sedikit lalu menjadi banyak diambil oleh Belanda.

(Eit… santai… kita ga bahas tentang sejarah penjajahan Indonesia sampai mendetail…)
(OK kita lanjutkan…)

Di desa tersebut tinggallah seorang ibu dan anaknya. Mereka berdua hidup rukun dan senantiasa sederhana. Rumah mereka jauh dari kampong penduduk tepatnya mereka tinggal di pinggir hutan terlarang. Dinamakan hutan terlarang karena banyak kejadian aneh disana. Mulai dari mitos makhluk halus, dan ada pohon keramat di hutan itu.

Keadaan malam di hutan itu sangat mencekam. Maklum tahun 1888 Indonesia belum ada lampu listrik Cuma ada lamu sentir itupun hanya dirumah ibu dan anak itu. Bila matahaari sudah terbenam warga sekitar enggan untuk masuk ke hutan terlarang tersebut. Mereka takut akan terjadi apa-apa jika masuk ke dalam. Tibalah suatu malam yang benar-benar sepi dan sunyi. Waktu itu pukul 01.00 dini hari. Terdengar lirih di ada anak kecil yang merintih. Suara itu didengar oleh sanga ibu. Setelah mendengarnya sang ibu pun beranjak dari tempat tidur dan mencari datangnya suara itu. Sanbil berjalan tanpa menggunakan alas kaki sang ibu mendengar suara itu semakin nyaring. Tiba-tiba sang ibu kaget melihat sosok anak kecil di dalam rumahnya. Keadaan rumah yang saat itu remang-remang membuat ibu sulit melihat. Sang ibu pun mendekati anak itu. Lalu anak kecil tersebut membalikkan wajahnya dan tiba-tiba….. Mak… e…ek…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s