Bagaimna cara menghadapi Cobaan

Setiap manusia pasti pernah mengalami cobaan. Segala cobaan yang di berikan Allah kepada manusia tidak sia-sia diberikan. Namun ada hikmah dibalik segala yang diberikan Allah. Tergantung bagaimana orang tersebut menanggapinya. Cobaan tidak selamanya berupa hal-hal yang dirasa menyusahkan tapi cobaan juga bisa dating berupa hal yang dirasa enak.

Kita harus percaya bahwa Allah tidak menciptakan sesuatu secara sia-sia karena Allah Maha Bijaksana. Keimanan seseorang akan bertambah setelah ia mengalami cobaan. Maka orang tidak bisa dikatakan beriman ketika orang itu belum dicoba keimanannya dengan cobaan.

Kesabaran dan keikhlasan sangat diperlukan dalam menghadapi cobaan yang tengah menghadang. Memang terkadang sulit untuk menumbuhkan dua hal itu. Tapi itu adalah kunci dalam kehidupan untuk memperoleh hidup yang damai dan tenteram. Kesabaran untuk menerima apa yang diberi Allah kepada kita dan percaya bahwa Allah akan memberi cobaan kepada hamba-Nya sesuain dengan kemampuan orang tersebut. tentunya akan salah persepsi apabila sabar hanya berdiam diri dan menunggu keajaiban. Allah juga mengajarkan manusia untuk tawakal dan ikhtiar. Bukan hanya berpangku tangan. Tetapi tetap berusaha sesuai dengan kemampuan untuk kembali ke keadaan yang semula. Manusia hanya bisa berusaha dan Allah adalah Penentu keadaan yang pantas untuk diberikan kepada manusia tersebut.

Keihlasan dalam menghadapi cobaan adalah percaya kepada Allah karena Allah mempunyai rencana lain dibalik itu semua. Dan segala yang diberi Allah merupakan kebenaran. Jadi manuisia hanya bisa berhusnudzon kepada Allah.

Hidup ini seperti roda yang berputar. Kadang diatas dan kadang dibawah. Tergantung bagaimana manusia memposisikannya. Percayalah bahwa habis gelap terbitlah terang. Dinamisasi kehidupan akan selalu berputar untuk mengajarkan kepada manusia untuk selalu ingat kepada Sang Pencipta. Tujuan penciptaan manusia hanya 1 yakni untuk menyembah Allah.

5 thoughts on “Bagaimna cara menghadapi Cobaan”

  1. tujuan hidup g cuma satu tapi dua: ‘abd dan kholifah …
    ditinjau dari perspektif tujuan penciptaan manusia adalah untuk menjadi kholifah di bumi.. garis vertikal dan horisontal haruslah terbentuk secara bersamaan.. disamping berhubungan dengan TUHAN (menymbah,dll)-habluminalloh tp juga harus diimbangi dg hubungan dengan sesama makhluq ciptaanNYA-habluminannass,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s