Memperbaiki diri

Banyak orang menuntut kepada orang lain akan ketidak benaran terhadap sesuatau yang seharusnya dilakukan. Tidak sedikit dari mereka menyalahkan orang lain. Ibarat pepatah kuman diseberang tampak tapi gajah di pelupuk mata tak tampak. Secara logis akan sulit ketika kita mengharap atau menuntut orang lain menjadi seperti yang kita kehendaki. Kalau orang yang kita harapkan tidak seperti apa yang diharapkan maka sulit juga menerima hal tersebut.

Dalam ceramah AA Gym yang disampaikan beberapa tahun lalu dapat menjadi solusi agar segala perubahan tetap terlaksana tanpa ada unsure pemaksaan kepada orang lain. Karena tuntutan atau harapan bisa dikatakan dalam sebuh usaha pemaksaan.

Mulai dari diri sendiri
Segala permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan ini kembalikan kepada diri sendiri. Dari pada menuntut orang lain yang tidak jelas maka menuntut dulu kepada diri sendiri. Percuma saja menuntut orang lain untuk berubah tetapi diri sediri tidak berubah.
“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” (Ash Shaff:3)
Introspeksi diri merupakan kunci setiap permasalahan yang dating menimpa. Bukan malah menyalahkan orang lain. Belum tentu apa yang dilakukan orang lain lebih buruk dengan apa yang kita lakukan. Mungkin mereka sebaliknya dengan apa yang kita pikirkan. Menuntut orang lain merupakan cara akhir ketika kita sudah melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Maka lihat dulu diri sendiri. Apakah diri kita sudah baik atau benar ketika meminta sesuatu dari orang lain. Atau jangan-jangan kita belum melakukan kewajiban kita sebagai individu. Seperti ayat diatas yang menyebutkan Allah tidak menyukai seorang hamba yang hanya bisa menuntut orang lain tapi tidak ada aksi pada dirinya terhadap kewajibannya.

Mulai dari yang terkecil
Perubahan tidak dating langsung secara tiba-tiba. Ketika melakukan perubahan tentu ada langkah-langkah yang harus dijalani sedikit demi sedikit. Perubahan dari diri sendiri merupakan hal yang mudah tapi banyak orang lalai terhadapnya. Banyak orang menginginkan hal yang “instan”. Pokoknya mudah, cepat, dan hasil. Justru pendapat itu salah ketika kita melihat sejarah perubahan-perubahan yang telah dilakukan oleh orang-orang yang suses dibidangnya. Sebagai contoh Nabi Muhamad SAW ketika berdakwah menyampaikan agama Islam tidak secara masal tetapi secara sembunyi-sembunyi. lalu setelah banyak yang menjadi pengikutnya Nabi mulai berani dakwah secara terang-terangan. Sehingga perubahan zaman dari jahiliyah ke zaman kejayaan Islam pun terwujud. Inilah contoh perubahan dari hal yang kecil.

Kita tidak bisa menuntut perubahan terhadap bangsa Indonesia ketika diri kita sebagai hal yang palng kecil dari bangsa saja tidak berubah. Hanya tuntutan dan tuntutan yang bisa dikoar-koarkan.

Mulai sekarang juga
hal ketiga yang bisa dilakukan untuk memperbaiki diri adalah melakukan nya sekarang juga. Waktu tidak akan kembali ke sediakala meski kita membayar berapa pun. Waktu hanya bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya ketika waktu itu ada bersama kita. Waktu ibarat anak panah yang melesat begitu cepat, ketika itu tidak bisa kita raih maka kita tidak bisa meraihnya lagi.
“barang siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia celaka, barang siapa hari sama seperti hari kemarin maka ia merugi, barang siapa hari lebih baik dari hari kemarin maka ia beruntung”
Dari kutipan hadist diatas ada korelasi yang dapat kita simpulkan mengenai waktu. ketika hari ini lebih baik dari hari kemarin maka itulah perubahan yang kita lakukan.

Solusi atas perubahan yang telah dipaparkan diatas sangat sederhana tetapi membutuhkan cukup usaha untuk melakukan perubahan atau perbaikkan pada diri kita. Perubahan yang hakiki adalah perubahan kearah kebenaran yang datangnya hanya dari Allah SWT semata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s