Idealism Dan Realita

Idealism dan realita merupakan 2 hal yang seharusnya tidak dapat dipisahkan di dalam kehidupan ini. Seseorang ketika melakukan sesuatu pasti mempunyai pedoman. Idealism adalah perbuatan yang mengacu pada aturan tertulis maupun tidak tertulis dan lebih ke arah apa yang biasa dilakukan menurut tugasnya. Sedangkan relita lebih melihat secara horizontal tentang keadaan social dimana orang berada.

Ketika idealism dan realita tidak dalam satu frame maka akan terjadi ketidak seimbangan perbuatan yang dilakukan. Sebagai contoh kita semua tau bahwa korupsi tidak mungkin dilakukan secara individu tapi berjama’ah. Secara ideal seorang guru SMA dengan 4 orang anak akan sulit untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dan didalam SOP seorang guru tidak dianjurkan untuk melakukan korupsi. Namun melihat realita yang ada gaji guru SMA yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjadi pertimbangan lain untuk melakukannya. Ditambah lagi guru-guru lain yang ternyata mendahului melakukan hal tersebut. jalan keluarnya adalah dengan mengkombinasikan 2 hal yakni idealisme dan relita yang ada maka akan muncul jalan yang bukan hanya menitik beratkan 1 hal tetapi 2 hal tersebut dapat tertutupi. Bisa saja guru tersebut membuka les privat, dagang kecil-kecilan dan usaha lain yang sekiranya tidak bertentangan dengan norma apapun untuk menutupi realita yang terjadi.

2 hal tersebut bisa dijadikan syaarat untuk mengambil keputusan. Yang perlu digaris bawahi bahwa idealism dan realita tidak bisa terpisahkan. Jika hanya ada 1 dari kedua syarat tersebut maka sama halnya dengan memandang sebelah mata dan akhirnya akan ada pengorbanan diantara satunya.

Banyak orang yang terjebak dalam satu syarat diatas ketika mengambil keputusan dalam suatu pertindakan. Hanya idealis atau mengikuti realita yang sedang terjadi. Memandang dari sisi positifisme antara Idealism dan realita ini mutlak dipenuhi. Diibaratkan seperti laki-laki dan perempuan yang berfungsi sendiri-sendiri dan saling melengkapi satu sama lain dan tidak dapat terpisahkan.

3 thoughts on “Idealism Dan Realita”

  1. Wow,, aricle yang sangat berisi,, terbentur pada realita yang,, ada banyak cara yang dapat ditempuh untuk menghadapi realita tanpa mengorbankan idealisme,, semoga selalu ditunjukkan jalan yang terbaik

  2. I like it…pilihan antara idealisme dan realita memang agak sulit,tapi harus diambil tinggal manusianya mau milih yang mana “madu atau Racun”

    Yang saya kritisi adalah kata”jama’ah” itu lebih identik dengan islam,jadi klo bisa diganti dengan kata lain..ok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s