Tugas Sarjana Itu Apa???

Banyak yang berpendapat bahwa perbedaan seorang sarjana disbanding ahli madya bahkan lulusan SMA/SMK adalah mereka seharusnya mampu untuk membuat pekerjaa n sendiri atau dengan kata lain membuka lapangan pekerjaan. Hal ini pun saya rasa juga menjadi suatu doktrinasi birokrat kampus dan dosen pengampu dalam memotivasi mahasiswanya. Namun hal yang rancu sekarang adalah ketika kita diharapkan untuk menjadi job maker tetapi kampus justru secara tidak langsung mengarahkan kita untuk menjadi “babu” (pegawai, operator, teknisi, dll). Hal tersebut tentu saja menyimpang dari visi yang ada ketika idealnya seorang sarjana dituntut utnuk menjadi pembuka lapangan kerja tetapi justru mereka mempersempit lapangan kerja.

Bayangkan berapa jumlah mahasiswa yang masuk pada universitas dan berapa yang mendapat gelar sarjana tiap tahunnya. Betapa miris memang intelektual muda yang seharusnya turut membangun bangsa dan mengurangi pengangguran justru menambah pengangguran.

Seberapa penting peran kampus dalam mencetak sarjana job maker?

Peran kampus dalam mencetak sarjana yang bisa menjadi job maker adalah sebagai pengatur dan pengarah dalam terciptanya sarjana yang mandiri. Sarjana mandiri adalah lulusan perguruan tinggi yang mempunyai kemampuan untuk mengaplikasikan ilmu selama kuliah dalam rangka membuka lapangan kerja minimal bagi dirinya sendiri dan maksimal kepada orang lain dan juga tidak terpaku terhadap semakin padatnya masalah pengangguran. Justru sarjana yang seperti inilah yang diharapkan menjadi tulang punggung pembangunan bangsa. Mereka mampu menambal permasalahan pengangguran dengan pembukaan lapangan kerja.

Apakah semua sarjana harus menjadi job maker?

Idealnya memang semua mahasiswa yang mendapatkan gelar saarjana wajib membuka lapangan pekerjaan sendiri. Kalau hanya mengandalkan pekerjaan dari orang lain maka persiapan akan persaingan global harus sudah dimiliki sejak dini.

Tidak menutup kemungkinan memang suatu pekerjaan seseorang dilihat dari bakat yang ia miliki. Tidak bisa dipukul rata memang seorang sarjana harus menjadi sarjana mandiri. Ada juga bakat seseorang bekerja dibawah tekanan.

Dipandang dari sisi kemandirian pribadi pekerjaan dibagi menjadi 4:
1. Wirausaha
2. Pegawai
3. Usaha keluarga
4. Usaha bersama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s