Kriteria Mahasiswa Yang Bisa Mendapatkan Beasiswa

Ini adalah sebuah realita mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dikampus. Mungkin banyak yang bertanya-tanya bagaimana cara mudah mendapatkan beasiswa yang bergengsi di kampus. Wallohu alam. Terkait parameter yang digunakan rasa tiap instansi yang menjadi sumber dana beasiswa tersebut mempunyai spesifikasi yang berbeda-beda.

Melihat adanya kejanggalan yang ada dikampus saya, tulisan ini mengkin sebuah gambaran yang miris ketika dihadapkan pada penerima beasiswa kampus. Saya sepakat sekali jika beasiswa bertujuan untuk menunjang pendidikan siswa. Dalam hal ini beasiswa hanya ditujukan untuk segala hal yang berkaitan dengan proses pendidikan. Namun berbeda dengan kondisi yang ada dilapangan ketika melihat secara langsung si penerima beasiswa tersebut.

Dibawah ini adalah beberapa profil mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dikampus:
1. Mempunyai Laptop
2. Mempunyai Hape Minimal Kamera
3. Gaya Hidup Glamor (hedonis)
4. Suka dengan Suatu hal yang baru (dalam artian barang)
5. Akademis Oriented (berorientasi hanya pada akademis)
6. Pandai dalam bergaul
7. Mempunyai paradigm kapitalis
8. Dan lain-lain

Bukan berarti menjeneralisir mahasiswa yang mendapatkan beasiswa adalah orang yang tersebut diatas, akan tetapi criteria diatas mencakup profil penerima beasiswa dikampus saya. Pertanyaannya adalah, “Sebenarnya beasiswa itu hanya untuk mahasiswa yang pintar atau maahasiswa yang mengalami kendala dalam hal financial, atau malah kedua-duanya?”. Pertanyaan ini yang selalu muncul ketika melihat pola hidup mahasiswa yang mendapatkan beasiswa kampus.

Padahal disisi lain dengan uang per semester yang mencapai 2 juta-an masih banyak mahasiswa yang mempunyai kendala financial untuk meneruskan pendidikannya. Apakah seperti ini yang diinginkan pengelola beasiswa tersebut?

Program beasiswa bukan hanya program untuk membuang uang tetapi juga harus jelas siapa yang menerima uang tersebut. alhasil setelah mendapatkan uang dari beasiswa tersebut beswan (penerima beasiswa) mereka menggunakannya dengan:
1. Makan-makan
2. Ganti Hape baru
3. Beli laptop baru
4. Up grade computer
5. Modifikasi motor
6. Mengecat motor
7. Shoping sana-sini
8. Jalan-jalan (touring)
9. Membeli kebutuhan wanita (makeup, aksesoris, dll)
10. Dan lain sebagainya

Hal tersebut diataslah yang sering dilampiaskan dengan adanya uang beasiswa tersebut. Miris adalah kata yang tepat untuk mengungkapkannya. Saya mempunyai sebuah kesimpulan terhadap hal ini. Banyak mahasiswa yang sebenarnya mampu tetapi berpura-pura tidak mampu dengan dalih ingin mendaptkan beasiswa, nah selanjutnya bagaimana dengan nasib uang beasiswa tersebut? banyak yang menggunakanya tidak sesuai dengan tempatnya. Menghambur-hamburkannya begitu saja. Padahal banyak mahasiswa yang tergolong kurang mampu dan mereka mempunyai hak penuh atas adanya beasiswa.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula. (Al Zalzalah: 7-8)

tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna (Al Maa’uun:1-7)

2 thoughts on “Kriteria Mahasiswa Yang Bisa Mendapatkan Beasiswa”

  1. itu mah kriteria anak bedul…. perasaan gw dulu nguli nggak kek gitu banget deh…. ah memang tergantung orang nya juga. Kadang banyak mahasiswa bedul

  2. pendapat sy tentang postingan ini walaupun agak sedikit keluar dr konteks yg di bicarakan hehe “”??????””……

    benar bgt tu…sekarang orang yang mempunyai kelebihan dari segi financial semakin berada di atas… kayanya zaman udah acak adul (kebalik). sekarang bangsa ini seperti gk punya moral . mengakui yg sebenarnya bukan hak dari mereka . mulai dr mahasiwa zaman sekarang yg terlalu mengagungkan kehidupan duniawi. sehingga acuh tak acuh terhadap kehidupan sosial mereka… .
    “”hny menambahkan aja”” sekarang udh gk bisa dilihat ciri2 mhs yg hidup ” the lower-class of economy” . karena pergaulan dgn kalangan atas, hidup mereka seolah2 terdompleng ” semoga aja kita tidak dalam golongan orang2 tersebut…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s