I Found a New Family (15 November – 30 Desember 2010)


Beberapa waktu yang lalu saya di Pati dalam rangka Kerja Praktek atau magang atau kerap juga dikatakan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Dengan niat hanya untuk menimba ilmu di lapangan dan mengetahui realita ilmu industry yang ada di perusahaan. Namun tidak di kirakan banyak hal yang didapatkan disana. Hanya sedikit saja ilmu yang bias saya diterapakn disana selanjutnya adalah pengembangan diri dan ilmu-ilmu baru yang sekiranya didalam perkuliahan sama sekali tidak didapatkan.

Ilmu yang jelas-jelas secara hard skill adalah ilmu yang berkaitan dengan teknik industry itu sendiri yakni tentang TWI (Training Within Industry). Meski ilmu ini belum pernah ada di mata kuliah tapi ilmu ini insyaAlloh bermanfaat. Jika ditanya apa yang sangat berkesan saat disana maka saya menjawab “bertemu dengan orang-orang baru dan menemukan keluarga baru”. Inilah yang menjadi sesuatu yang paling berkesan.

Tentunya banyak pengetahuan yang ditularkan melalui sharing dikeseharian selama disana. Mulai dari pegawai lini bawah sampai level tingkat manager. Dari situ saya bias menarik kesimpulan. Belajar ternyata bukan hanya dari orang yang besar tapi dari semua orang pun bias. Ilmu itu tidak melihat dari mana asalnya tapi dari bagaimana ilmu itu ada.

Seperti yang dipaparkan di awal bahwa disana bertemu person-person baru dengan pribadi masing-masing yang khas. Mulai dari pak DN seorang manager yang bijaksana kepada bawahannya. Beliau tidak pernah marah selama 2 tahun menjabat sebagai manager HRS. bahkan pada saat perpisahanpun tangisan tak dapat terhindarkan dari beliau maupun orang-orang HRS. sosok yang pandai menyembunyikan perasaan susah dan terbuka dengan semua bawahan. Dibuktikan ketika saya masuk di ruangan beliau dan sharing seputaran industry perusahaan beliau sangat gamblang. Pak WGR karyawan yang sudah berkarir selama 17 tahun di garudafood. Beliau mulai karir menjadi satpam hingga sekarang menjadi supervisor. Beliau merupakan pribadi yang sederhana dan apa adanya. Tetapi bukan berarti beliau lugu. Dengan pengalaman kerja selama itu beliau sudah tahu menahu tentang seluk beluk perusahaan. Mbak AGJ yang merupakan Staf PDv bagian training merupakan orang yang kalem tetapi memang belum terbaca bagaimana kebiasaannya. Beberapa kali terlontar dari saya yang berpesan untuk cepat menikah dengan melihat umur yang sudah semakin kesana. Mbak BD sosok lugu tapi dengan keluguannya mampu membangkitkan lagi pepatah yang mengatakan air tenang menghanyutkan. Sikap untuk belajar dan menerima sesuatu patut diacungi jempol. Mbak SR pribadi yang aktif dan kreatif dalam melaksanakan pekerjaan. Meskipun kesan pertama agak judes tetapi lama kelamaan beliau familiar juga. Bias dikatakan beliau adalah orang cerdas dengan filosofi dan semangat untuk meraih sesuatu dalam kehidupan. Pak ANT meski kerap sekali selengekan tetapi tetap professional dalam tugas dan apa adanya terhadap diri sendiri. Pak YNT seorang motivator terhadap karyawan lain. Sama seperti ANT bahwa beliau juga apa adanya terhadap diri sendiri. ST yang merupakan karyawan baru tetapi mempunyai semangat untuk berjuang dan tak pantang menyerah. Beberapa waktu yang lalu sempat perpisahan secara khusus dengan beliau dan banyak hal menjadi bekal untuk nantinya digunaakan sebagai “sangu”. Dan banyak lagi sosok yang belum bias dijabarkan yang memberikan ilmu dan pengetahuan ketika di perusahaan itu seperti Pak ARV, Pak HR, Pak EK, Pak NA, mbak NN dan lain sebagainya.

Saya ucapkan terima kasih atas sharing yang diberikan dan semoga ini dapat bermanfaat serta menjadi amalan sendiri bagi kalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s