POLA KEPEMIMPINAN

Pada dasarnya manusia diciptakan di muka bumi ini adalah sebagai pemimpin. Dalam hal ini untuk menguasai bumi dan seisinya. Termasuk didalamnya adalah memimpin diri sendiri. Ada pula yang memimpin suatu kelompok, umat, Negara, dll. Namun banyak yang masih menerka-nerka bagaimana menjadi pemimpin yang baik?

Mahasiswa berdemo menuntut kepada pemerintah bahwa kepeminpinannya telah gagal dalam mengawal Negara kepada sebuah kesejahteraan. Artinya kepemimpinan pemerintah kurang bisa diterima oleh kalangan tertentu. Seorang kepala sekolah dikeluarkan karena korupsi sejumlah dana kas sekolah. Kepala sekolah tersebut adalah pemimpin tetapi dia tidak bisa mengemban amanah sebagai kepala sekolah. Dari ilustrasi diatas menunjukkan beberapa pemimpin yang dinilai gagal dalam mengemban kepemimpinan.

Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang ia lakukan selama ia memimpin. Jika manusia dilahirkan di bumi sebaagai pemimpin maka kelak manusia akan dimintai pertanggung jawabannya.

Nabi Muhammad SAW mencontohkan kepada kita dengan gaya kepemimpinannya. Beliau memiliki 4 sifat yaitu:
1. Sidiq (benar/ jujur)
2. Amanah (dapat dipercaya)
3. Tabligh (menyampaikan)
4. Fatonah (cerdas)
Dari keempat sifat tersebut tentunya dapat menjadi rujukan bagi setiat umat untuk mencontoh gaya kepemimpinan Rasululloh.

Yang perlu dipahami setiap pemimpin adalah ia memimpin. Artinya ada tanggung jawab moral. Pemimpin adalah uswah (contoh) bagi yang dipimpin. Ada yang menyebutkan bahwa “ moral rakyat mencerminkan moral pemimpin”. Maksud dari kalimat tersebut adalah kita bisa melihat bagaimana pola kepemimpinannya dengan cara melihat dari yang ia pimpin.

Kebijaksanaan diperlukan dalam sebuah kepemimpinan. Apa yang dilakukan seorang pemimpin haruslah tidak mementingkan kepentingannya sendiri, akan tetapi juga mementingakan kepentingan orang banyak. (lebih lengkap tentang kebijaksanaan bisa dibaca di tulisan “Bagaimana menjadi insane yang bijaksana”)

Pemaknaan cerdas bukan hanya pintar pada pikiran saja tetapi juga menggunakan perasaan. Agar keduanya seimbang maka seorang pemimpian harus bisa memposisikan dirinya pada kondisi apapun.

Pembentukan pola kepemimpinan juga harus dibangun dari bawah. Artinya seorang meminpin lebih bisa mendengarkan bawahannya dari pada ia didengarkan. Mendengarkan apa saja yang dikeluhkan bawahannya, sehingga ia bisa lebih objektif terhadap apa yang akan dilakukan.

Tidak lepas dari itu adalah memahami. Memahami bawahan. Terkadang orang terjebak oleh egosentris yang memposisikan manusia sebagai makhluk yang tak terbatas. Artinya orang yang memiliki egosentris masih belum bisa bersikap dewasa dalam menghargai orang sekelilingnya. Ia akan cenderung memaksakan keingingananya kepada orang lain. Jeratan inilah yang kemudian diistilahkan menjadi ego. Tentunya pemimpin yang yang mempunyai ego tinggi akan terjebak ke dalam akuisme. Al hasil nihil untuk menerapkan kepemimpinan yang berasaskan kebersamaaan. Terdapat pepatah yang mengatakan mengaLah itu bukan karena kalah.

Tetap berpegang teguh pada agama merupakan pedoman yang wajib ketika menjadi seorang pemimpin. Agama telah mengajarkan cara-cara meraih kebaikan ketika manusia dibumi. Maka tidak ada salahnya jika kita semua mengikuti ajaran yang telah ditorehkan agama.

Penyimpangan norma social dan norma agama tentunya tidak terlepas dari tidak tahunya atau dengan artian terlepasnya orang tersebut dengan tali agama. Dalam hidup manusia tidak tahu kapan ia akan dipanggil untuk dimintai pertanggung jawabannya. Maka dari itu setiap manusia wajib mempersiapkan hidupnya untuk kematian agar suatu saat ia dipanggil maka ia sudah siap bekal untuk kesana.

2 thoughts on “POLA KEPEMIMPINAN”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s