Arsip Kategori: poems

Bunga-bunga di halaman

mawar dan bunga rumput
di halaman: gadis yang kecil
(dunia kecil, jari begitu
kecil) menudingnya…

mengapakah perempuan suka menangis
bagai kelopak mawar; sedang
rumput liar semakin hijau suaranya
di bawah sepatu-sepatu…

mengapakah pelupuk mawar selalu
berkaca-kaca; sementara tangan-tangan lembut
hampir mencapainya (wahai, meriap rumput di tubuh kita)…

(Sapardi Djoko Damono:1968)

Puisi Untuk Sebuah Nama

Indah nian kau hari ini
Bak mahkota alam yang menghinggapi teduhnya malam
Aku tau tubuhmu lelah
Dan aku tau kau tak kan pernah menyerah
Terbakar semangatmu yang tak kunjung padam
Namun kian lama terkikis masa

Dunia ini hanyalah semu
Semua hanyalah ilusi
Tapi kecuali engkau kawan
Tetesan keringatmu mengandung berkah dari Sang Pencipta
Yang kian hari kian mengusutkan kulitmu

Hilang asaku ketika kau menunjukkan senyum kecilmu
Tak terbayang kapan itu akan muncul kembali
Entah esok atau entah kapan…

Ku harap engkau tetap menjadi setetes air ditengah kehampaan
Dikala yang lain hanya memperdulikan perutnya sendiri
Namun engkau menerabas ke dalam kelemahan paradigma
Yang sedang berfikir tentang sesuatu yang busuk

Ini bukanlah syair tentang cinta remaja
Dan juga roman picisan lainnya
Tapi ini adalah syair tentang gerakan yang menuju perubahan…